PROFIL MASJID AL-IKHLASH

 Masjid Al-Ikhlash terletak di Jl Labu I Sektor 1.6 BSD yang didirikan pada tanggal 28 Agustus 1999. Berawal dari pengajian warga yang diadakan dari rumah ke rumah sejak 1993.  Pengajian rutin itu diikuti kurang lebih 20 orang warga RW 08 sektor 1.6 BSD. Atas kehendak Allah dan dorongan motivasi disertai semangat para jamaah pengajian tersebut akhirnya berdirilah masjid Al-Ikhlash

Ditinjau dari perkembangan kuantitas dan kualitas jamaah, pada awalnya, jamaah tetap masjid hanya berasal dari sektor 1.6 BSD saja, khususnya lingkungan RW 08 namun dengan bertambahnya aktivitas masjid dan peran masjid sebagai  pusat kegiatan ibadah, sosial , pendidikan dan lain lain, maka bertambahlah jamaah masjid ini, tersebar ke seluruh sektor 1.6 bahkan sektor sektor lainnya.

Sejalan dengan berdirinya Masjid Al-Ikhlash, maka dibentuklah organisasi yang mengelola dan melaksanakan proses memakmurkan masjid, yaitu Dewan Kemakmuran Masjid Al-Ikhlash (DKM Al-Ikhlash). Periode kepengurusan DKM adalah 3 tahun dan sejak berdirinya masjid sampai akhirnya berdiri Yayasan Masjid ada 3 kepengurusan DKM yaitu periode DKM 2000-2003, DKM kedua tahun 2003-2006 dan DKM ketiga 2006-2009.

Peningkatan aktivitas masjid dan pelayanan kepada jamaah telah membawa konsekuensi dan tanggung jawab yang lebih besar. Berkenaan dengan hal tersebut, maka  dibutuhkanlah suatu lembaga masjid yang berbadan hukum sehingga dibentuklah Yayasan Masjid Al-Ikhlash sektor 1.6 BSD .

Yayasan Masjid Al-Ikhlash sektor 1.6 BSD berkedudukan di Masjid Al-Ikhlash Jl Labu I Desa Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang, didirikan berdasarkan Akta Notaris tgl 26 April 2008 no 02 yang dibuat  oleh dan di hadapan Notaris Elyana SH yang berkedudukan di labuan, Kabupaten Pandeglang dan telah disahkan oleh menteri hukum dan HAM tgl 2 Juli 2008 nomor AHU-2859.AH.01 02. Dengan dibentuknya Yayasan tersebut maka DKM Al-Ikhlash pun melebur, sehingga seluruh aktivitas pemakmuran masjid dan pelayanan kepada jamaah, diserahkan dari DKM Al-Ikhlash kepada Yayasan Masjid Al-Ikhlash sektor 1.6 BSD yaitu pada saat berakhirnya masa bakti DKM AL-Ikhlash periode 2006-2009 pada tgl 5 April 2009.

Saat ini, bangunan masjid terdiri dari dua bagian, yaitu masjid utama dengan luas 143 m2 dan pendopo/aula seluas 81 m2 serta ruang perpustakaan, ruang klinik dhu’afa, ruang sekretariat, tempat wudhu, gudang, kamar mandi, kamar marbot/pengawal masjid

Halaman masjid merupakan bagian yang tidak terpisahkan, halaman tersebut merupakan  ruang terbuka yang telah diconblok dan digunakan ebagai lahan parkir yang aman,

Pengurus Masjid Al-Ikhlash yang dalam hal ini adalah Pengurus Yayasan berharap bahwa dari kenyamanan suasana dan kelengkapan sarana dan prasarana masjid, maka ini menjadi jalan dapat diperolehnya kenikmatan dalam beribadah serta jamaah akan memperoleh kesan ruhaniah dari ibadah yang dilakukannya di masjid Al Ikhlash.

Yayasan Masjid Al‐Ikhlash sektor 1.6 BSD, bertekad untuk mendaya gunakan kemampuannya dalam proses memberdayakan umat secara komprehensif dengan mensinergikan dengan program dari lembaga‐lembaga keIslaman lainnya.

Esensi penting yang menjadi Platform dan landasan kita bersama, adalah Bagaimana dari Tauhidul Ibadah, dari kesatuan ibadah, kita lahirkan Tauhidul Ummah, kita lahirkan Kesatuan dan persaudaraan umat.

Visi Yayasan masjid Al-Ikhlash:
Menjadikan masjid yang berperan, berpartisipasi aktif serta berkontribusi dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta kesejahteraan jamaah dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.
Misi Yayasan masjid Al-Ikhlash
a).Meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya pemahaman
terhadap ilmu agama, melalui ceramah/pengajian yang
terarah/sistematis dan berkesinambungan.
b) Melakukan dakwah bil hal melalui kegiatan sosial dan keagamaan
sebagai wujud persaudaraan dan sarana untuk menumbuhkan rasa
cinta umat kepada masjid serta menjadikan kegiatan‐kegiatan
berbasis masjid.
c) Melakukan usaha yang halal untuk kesejahteraan jamaah.
d) Membangun dan menyediakan sarana dan pra sarana untuk kegiatan
sosial, pendidikan agama dan/atau pendidikan umum untuk
menunjang proses kaderisasi kepemimpinan yang beriman dan
bertaqwa kepada Allah SWT.
e) Menciptakan suasana yang kondusif di masjid, sehingga masyarakat
dan remaja merasa nyaman dan bangga menjadi jamaah Masjid Al
Ikhlas.
f) Melaksanakan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing tinggi
dengan biaya rendah, sehingga pendidikan yang berbasis islam dan
berbasis masjid mempunyai tempat di hati masyarakat.
g) Membangun dan mengembangkan manajemen yang profesional, dan
berbasis kesisteman yang Islami untuk menunjang berbagai aktifitas
di lingkungan yayasan.

Maksud dan Tujuan
Maksud dan Tujuan Yayasan adalah sesuai dengan pasal 3 (tiga) AD Yayasan, yang meliputi bidang sosial dan keagamaan, yaitu :

1) Di bidang sosial :
‐ Mendirikan lembaga pendidikan formal dan non formal serta panti
asuhan
‐ Pembinaan olahraga
‐ Penelitian dibidang ilmu pengetahuan
‐ Pelayanan kesehatan untuk kaum dhuafa dan umum
2) Di bidang keagamaan adalah
‐ Mendirikan sarana ibadah
‐ Menerima dan menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqoh (ZIS) serta
wakaf
‐ Meningkatkan pemahaman keagamaan dan pelayanan
peribadatan kepada jamaah
‐ Mendirikan kelompok bimbingan ibadah haji
‐ Melaksanakan dan mengembangkan syiar‐syiar Islam.
Prinsip Dasar dan Konsep Yang Dianut Yayasan
Untuk menjaga kesatuan dan kebersamaan organ‐organ Yayasan, maka Yayasan menganut prinsip‐prinsip dasar dan konsep yang bertujuan untuk menyatukan pemahaman dan tindakan dalam melaksanakan aktifitas dan kesamaan pola pikir dalam mengambil suatu keputusan serta merupakan pedoman dalam melakukan penilaian kinerja dan aktifitas. Prinsip‐prinsip dasar dan konsep yang dimaksud adalah :
1) Amanah
Amanah dari jamaah kepada Yayasan, tidak hanya dipertanggung jawabkan kepada jamaah, tetapi juga akan dipertanggung jawabkan oleh organ Yayasan kepada Allah SWT, maka Asset Yayasan, berupa masjid, tanah, perlengkapan, uang, dan lain‐lain haruslah dijaga, dan amanah berupa tugas pokok dan fungsi dalam organ Yayasan harus dikerjakan dengan sungguhsungguh sesuai dengan kemampuan maksimum yang dimiliki.
2) Ikhlash
Tugas dilaksanakan dengan profesional dan penuh tanggung jawab yang dilandasi keikhlasan serta untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.
3) Dipercaya